Di artikel ini saya akan bahas mengenai Pupuk organik padat dan cair. Pupuk organik ialah pupuk yang tertata dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman, binatang, dan manusia.
Kandungan pupuk organik ini lebih banyak bahan organiknya daripada kandungan unsur haranya.
Untuk membuat pupuk organik padat dan cair bisa kita manfaatkan bahan organik berupa pupuk kompos, pupuk hijau, pupuk kotoran hewan ( Pupuk Kandang ), sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa, batang pisang dan lain-lain), limbah ternak, limbah industri, bahan pertanian, dan limbah kota atau sampah.
Pupuk organik padat maupun cair dapat digunakan untuk memperbaiki struktur fisik, kimia, dan biologi tanah agar tanahnya kembali menjadi gembur, subur sehingga membuat tanaman yang tumbuh diatasnya menjadi hijau, subur dan lebat buahnya.
Saat ini banyak jenis pupuk organik ini yang dijual dipasaran, ada yang berbentuk bubuk dan granul sedangkan pupuk organik cair dalam kemasan botolan. Hargnya tidak mahal, jika bandingkan dengan harga pupuk kimia maka harga pupuk organik lebih murah dan efesien.
Jika Anda tidak ingin repot, lebih baik menggunakan pupuk organik yang sudah siapdigunakan. Anda bisa lihat atau pesan di sini http://naturaltoko.com. Saya lihat di sana banyak yang dijual dengan harga murah. Produknya asli semua karena langsung beli di pabriknya.
Sejarah Penggunaan Pupuk Organik Padat dan Cair
Sejak Kapan petani mulai menerapkan Pupuk Organik ?
Menurut Sejarah, riwayat pengaplikasian pupuk pada dasarnya adalah bagian dari sejarah pertanian. Penerapan pupuk diperkirakan telah diawali semenjak awal manusia mengetahui bercocok tanam, sekitar sekitar 5.000 tahun yang lampau.
Konsep primitif dari pemakaian pupuk dalam memperbaiki kesuburan tanah diawali dari kebudayaan tua manusia di tempat aliran sungai-sungai Amerika Latin Nil, Cina, Efrat, dan Indus.
Lahan-lahan pertanian yang berada di sekitar aliran-aliran sungai hal ini amat subur karena mendapatkan endapan lumpur yang kaya hara via banjir yang terjadi tiap-tiap waktu.
Di Indonesia, pupuk organik telah lama dikenali para petani. Penduduk Indonesia telah mengetahui pupuk organik sebelum diaplikasikannya revolusi hijau di Indonesia.
Sesudah revolusi hijau, rata-rata petani lebih menyenangi memakai pupuk buatan sebab praktis menerapkannya, jumlahnya jauh lebih kecil dari pupuk organik, harganya bahkan relatif murah dan gampang didapat.
Kebanyakan petani telah benar-benar tergantung pada pupuk buatan, sehingga bisa berakibat negatif bagi peningkatan produksi pertanian.
Tumbuhnya kesadaran para petani akan akibat negatif penerapan pupuk anorganik dan sarana pertanian modern lainnya pada kelestarian lingkungan sudah menggerakkan hati mereka beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik
Demikian sekilas tentang pupuk organik, semoga bermanfaat. Terima kasih.

0 Response to "Pupuk Organik Padat dan Cair"
Post a Comment